Rumah Sakit Masmitra
Kami Melayani Karena Kami Peduli
(021) 8497 1766

Tekanan Darah Tinggi Bisa Picu Stroke, Benarkah?  

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga dijuluki silent killer. Jika tekanan darah tinggi berlangsung dalam waktu lama dan tidak terkontrol, pembuluh darah dapat mengalami kerusakan yang meningkatkan risiko terjadinya stroke. Kementerian Kesehatan RI juga menyebut hipertensi sebagai salah satu kontributor utama penyakit stroke di Indonesia.

Bagaimana Hipertensi Dapat Menyebabkan Stroke?

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi memberikan beban berlebih pada dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi kaku, menebal, atau mengalami kerusakan.

Kerusakan pembuluh darah dapat memicu terbentuknya plak dan penyempitan pembuluh darah. Akibatnya, aliran darah menuju otak dapat terhambat dan menyebabkan stroke iskemik. Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat membuat pembuluh darah di otak lebih mudah pecah sehingga menyebabkan stroke hemoragik.

Dengan demikian, hipertensi dapat berhubungan dengan kedua jenis utama stroke, baik akibat penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah otak.

Mengapa Hipertensi Perlu Dikendalikan?

Hipertensi dapat berkembang tanpa keluhan yang berarti. Seseorang dapat merasa sehat meskipun tekanan darahnya sudah tinggi. Karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara rutin penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tekanan darah sejak dini.

Berdasarkan data Riskesdas 2018 yang dikutip Kementerian Kesehatan RI, prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 34,1%. Kementerian Kesehatan juga menekankan bahwa hipertensi yang tidak dikontrol dapat meningkatkan risiko stroke dan berbagai penyakit kardiovaskular lainnya.

Penelitian berbasis data Riskesdas di Indonesia juga menunjukkan bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor risiko dominan pada penderita stroke. Setelah memperhitungkan faktor lainnya, responden dengan hipertensi memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memiliki hipertensi.

Cara Mengurangi Risiko Stroke akibat Hipertensi

Mengendalikan tekanan darah merupakan salah satu langkah penting dalam mencegah stroke. Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:

  • Periksa tekanan darah secara rutin, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko.
  • Batasi konsumsi garam dan pilih makanan dengan gizi seimbang.
  • Perbanyak aktivitas fisik sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.
  • Jaga berat badan tetap ideal.
  • Hindari rokok dan batasi konsumsi alkohol.
  • Kelola stres dan cukup tidur.
  • Jika telah mendapatkan obat antihipertensi dari dokter, minum obat secara teratur sesuai anjuran dan jangan menghentikannya sendiri.

Kementerian Kesehatan RI menyebut pengendalian tekanan darah tinggi sebagai salah satu bagian penting dalam upaya mencegah stroke. Data Survei Kesehatan Indonesia 2023 juga menunjukkan bahwa stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia.

Kenali Tanda-Tanda Stroke

Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera. Kenali tanda-tandanya dengan prinsip FAST:

F – Face: wajah tampak mencong atau tidak simetris.
A – Arm: salah satu lengan terasa lemah atau sulit diangkat.
S – Speech: bicara pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami pembicaraan.
T – Time: segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan apabila gejala tersebut muncul.

Semakin cepat seseorang mendapatkan pertolongan medis, semakin besar peluang untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mengurangi risiko kecacatan.

Kesimpulan

Hipertensi dan stroke memiliki hubungan yang erat. Tekanan darah tinggi yang berlangsung lama dan tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah serta meningkatkan risiko penyumbatan maupun pecahnya pembuluh darah di otak. Oleh karena itu, mengontrol tekanan darah, menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan rutin, dan mengikuti pengobatan sesuai anjuran dokter merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko stroke.

Jangan menunggu sampai muncul gejala. Kenali tekanan darah Anda dan lakukan pemeriksaan secara rutin.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hipertensi Penyebab Utama Penyakit Jantung, Gagal Ginjal, dan Stroke. 2021.
  2. Gani L, Mihardja L, Delima. Faktor Risiko Dominan Penderita Stroke di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan. 2016;44(1):49–58.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Stroke. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/304/2026.
Whatsapp-Button